DAUN LONTAR

Karena Yadnya Yang Paling Utama adalah Pengetahuan (Jnana)

Sisi Lain Korupsi

Posted by I Wayan Agus Eka on April 12, 2014

Saya termasuk golongan orang yang percaya bahwa setiap orang itu defaultnya adalah baik kecuali terbukti sebaliknya. Terkait dengan korupsi selama ini yang ada di benak kita pasti muncul bayangan seseorang yang memperkaya dirinya atau orang lain dengan mengambil kekayaan negara yang bukan haknya. Tidak ada yang salah memang dengan pemahaman atau definisi ini, namun ijinkan saya menggambarkan sisi lain sebuah tindakan yang selama ini kita hujat.

Ulasan media, pengamat, politikus dan yang lainnya sudah menanamkan di benak kita bahwa penyebab korupsi pada hakikatnya adalah keserakahan. Saya tidak akan menegasikan hal tersebut karena memang itu benar adanya. Namun ketika saya mencoba mengamati lebih mendalam benarkah hanya keserakahan duniawi yang mendorong korupsi? apakah semua tertuduh koruptor itu semuanya serakah? saya rasa di antara tertuduh tersebut masih ada orang-orang baik yang “terjebak” dalam definisi korupsi yang kita bentuk selama ini.

Menurut saya, sisi lain sebuah korupsi bisa digambarkan sebagai bentuk kegagalan sistem ekonomi kita dalam membagi kue ekonomi yang ada. Kue ekonomi Indonesia memang tumbuh pesat pasca reformasi namun di sisi lain kue ekonomi itu hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Dalam bahasa sederhananya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Lalu apa hubungannya dengan korupsi? Mereka yang melakukan korupsi ini secara sadar ataupun tidak sadar telah memposisikan diri sebagai alat redistribusi pendapatan. Tidaklah jarang kita mendengar di media bahwa uang korupsi berakhir sebagai sumbangan di tempat ibadah, menjadi bantuan untuk calon ibu yang kesulitan dana untuk melahirkan ataupun berakhir di yayasan yatim piatu. Mereka, sadar atau tidak, bertindak selayaknya Robin Hood dalam dongeng masyarakat Inggris atau si Pitung ketika jaman penjajahan dahulu. Apakah salah? tergantung cara kita melihat. Kalau secara hukum jelas ini salah, namun kalau secara moral hal ini bisa kita perdebatkan.

Lalu apa pentingnya kita mengetahui sisi lain korupsi ini? mengetahui korupsi sebagai salah satu permasalahan pembagian kue ekonomi mengisyaratkan kepada Pemerintah bahwa instrumen-instrumen redistribusi pendapatan seperti pajak dll. selama ini relatif gagal dalam mewujudkan pemerataan. Sehingga, upaya-upaya pemberantasan korupsi secara komprehensif seharusnya tidak hanya akan bersandar pada upaya-upaya konvensional saja seperti memperkuat KPK, memperberat hukuman, penyadapan, perbaikan regulasi dll, namun juga harus disertai dengan meninjau dan mengevaluasi kembali concern kita terhadap upaya menanggulangi disparitas antara si kaya dan si miskin di Indonesia. Dan inilah yang selama ini saya kira luput dari perbincangan kita ketika memperdebatkan bagaimana cara memberantas korupsi di negeri ini.

I Wayan Agus Eka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: