DAUN LONTAR

Karena Yadnya Yang Paling Utama adalah Pengetahuan (Jnana)

Archive for October, 2011

Ketika kesendirian dan kebersamaan sama-sama menjadi sebuah kebutuhan

Posted by I Wayan Agus Eka on October 1, 2011

Saya termasuk orang yang berkesimpulan kalau bersosialisasi, bergaul, berkomunikasi dan berhubungan merupakan kebutuhan wajib bagi seorang manusia. Keseharian kita dilewati dengan mencari dan memperbanyak teman, sahabat, klien dan seterusnya. Bahkan dengan banyaknya social media dewasa ini, kendala jarak dan waktu untuk memperbanyak teman tidak menjadi masalah lagi.

Begitu pula saya, seorang pegawai yang setiap hari berkutat dengan rekan-rekan kantor, menyelesaikan laporan yang ibarat laut tak bertepi, berinteraksi dengan atasan, berkeluh kesah dengan pasangan dan keluarga dan seterusnya. Berbagai macam interaksi tadi memberikan pelajaran tentang makna menghargai hubungan dengan sesama.

Namun, entah kenapa saya sangat menikmati sedikit menit waktu yang ada untuk sendiri. Tidak terlalu lama yang saya habiskan, karena memang saya hanya membutuhkannya sebentar saja.

Saya biasa melakukannya di perjalanan pulang dari kantor. Dari dalam helm, sambil mengendarai sepeda motor, saya bisa mendengar dengan jelas setiap ucapan yang keluar dari mulut saya. Saya sering mengutarakan ide,pendapat,gagasan,apapun itu dengan ngomong di helm tadi. Mulai dari mengomentari budayawan yang sudah tidak laku dan alih profesi menjadi komentator politik, sampai mengucapkan doa ketika melihat seorang pria mendorong motornya yang pecah ban, semoga segera menjumpai tukang tambal ban.

Bagi saya waktu kesendirian tersebut adalah salah satu sesi kuliah untuk lebih memaknai hidup ini dan mensyukurinya. Lebih dari itu, waktu favorit saya yang lain adalah ketika naik bus pergi ke luar kota. Di perjalanan saya bisa merenung, melihat lampu-lampu jalan yang bergerak cepat meninggalkan kita, melihat wajah orang-orang dengan berbagai macam ekspresinya bahkan ngeblog dari hp (saya menulis ini ketika perjalanan ke bandung).

Dengan speaker menempel di telinga, dan channel radio memutar lagu yang kadang saya ga kenali, pikiran ini terus menjelajah ke alam yang tidak terbatas, antara nyata dan maya. Seringkali pikiran liar bin aneh muncul tiba-tiba, mulai dari ide untuk mencabut subsidi bbm seketika jika saya jadi presiden, mengusir freeport dari republik ini, impian untuk sekolah, bahkan sampai memaknai kematian.

Disinilah kemudian saya berkesimpulan bahwa kesendirian juga merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Manusia pada hakikatnya memang tidak bisa hidup sendiri, tapi manusia tetaplah seorang individu. Tidak akan ada orang yang benar-benar bisa memahami pemikiran seseorang 100 persen, bahkan oleh pasangannya sendiri, karena pemikiran itu bebas, liar, dan tak terbatas. Yang bisa dilakukan orang di luar kita hanya memahami dan mengerti, ya, hanya sebuah pengertian ke diri ini.

Kesendirian memberikan saya ruang untuk berdialog dengan “sang diri”. Suaranya yang seringkali terkalahkan dengan kebisingan kehidupan dan teriakan permasalahan hidup. “Sang diri” juga butuh didengar dan hanya kitalah yang mampu mendengarnya, bukan dengan telinga tapi dengan rasa. Dia adalah sayup-sayup akan terdengar ketika kita meluangkan waktu sedikit untuknya. Dan bahkan, dialah yang sebenarnya setiap detik meneriaki kita dengan nasihat dan kejernihan.

Inilah saya dengan kebersamaan saya sekaligus kesendirian saya dengan “diri” ini. Bagaimana dengan anda?

Advertisements

Posted in Daily Notes | 4 Comments »