DAUN LONTAR

Karena Yadnya Yang Paling Utama adalah Pengetahuan (Jnana)

Saraswati: Saatnya Mengenal Diri

Posted by I Wayan Agus Eka on April 23, 2011

Momen hari raya Saraswati selalu membawa saya kembali ke masa kecil ketika memaknai hari ini sebagai hari ke sekolah dengan memakai pakaian sembahyang, membawa banten dan tidak boleh membaca buku seharian. Bagi yang bekerja, hari ini pula dimaknai sebagai hari untuk menghaturkan bakti di tempat mereka bekerja masing-masing, apalagi bagi pegawai negeri yang umumnya mengadakan persembahyangan bersama di padmasana tempat mereka bekerja.

Ritual di atas menandakan bahwa saraswati identik dengan tempat di mana sumber-sumber pengetahuan itu didapatkan. Sekolah adalah simbol sumber pengetahuan bagi anak-anak SD, SMP, SMA, sementara perguruan tinggi adalah bagi mereka yang mahasiswa serta kantor adalah bagi mereka yang sudah bekerja. Di tempat-tempat inilah kita semua mendapatkan ilmu yang memberikan kita pengetahuan dari seseorang yang “kosong” menjadi “berisi”.

Kita mengidentikkan tempat-tempat ini sebagai sumber ilmu karena umumnya kita mendefinisikan ilmu sebagai sesuatu yang harfiah. Matematika yang kita dapatkan di sekolah bagi kita adalah ilmu karena membuat kita mengetahui bagaimana cara menghitung luas, perkalian, pembagian dll. Bahasa Indonesia kita pandang sebagai ilmu karena membuat kita mampu menguasai sarana komunikasi selain bahasa ibu kita dan seterusnya.

Singkat kata definisi ilmu itu umumnya bermakna ke luar, bermakna bahwa kita mencari sesuatu di luar diri kita yang tidak kita ketahui sehingga dengan mendatangi sekolah maupun perguruan tinggi maka tempat itu akan membuat kita menguasai ilmu tersebut. Tanpa kita sadari, sedari kecil kita terlalu disibukkan dengan kegiatan mencari ilmu “luar” ini sehingga sadar ataupun tidak kita lupa untuk mempelajari diri kita sendiri.

Ya, diri ini juga merupakan sumber ilmu yang harus dipelajari. Tempatnya bukan di sekolah maupun di perguruan tinggi namun di setiap jengkal bumi ini adalah “sekolah” untuk mempelajari ilmu ini. Gurunya bukan guru waktu kita SD maupun dosen, namun gurunya adalah setiap umat manusia yang ada di dunia ini. Setiap manusia baik yang berinteraksi langsung dengan kita maupun tidak bagai sebuah cermin yang membantu untuk melihat diri ini sebenarnya, membantu kita mengenali sifat kita sebenarnya dan memperbaiki kekurangan dalam diri ini, membantu mengenali kelebihan diri ini untuk kemudian menularkan ilmu kelebihan ini kepada sesama.

6 tahun di sekolah dasar, 6 tahun di smp dan sma, 5 tahun di perguruan tinggi, jadi sudah total sekitar17 tahun saya habiskan untuk mencari ilmu di luar diri ini, mungkin hanya secuil di antara periode waktu tersebut yang saya gunakan untuk mencari ilmu di dalam diri ini. Semoga sisa waktu yang ada masih cukup bagi saya dan kita semua untuk mengenal diri ini sehingga ketika suatu saat kita lulus, kita semua mampu menularkannya kepada seluruh umat manusia sama halnya ketika Saraswati menurunkan ilmu kepada umat manusia, dan ketika masa itu tiba maka setiap detik adalah perayaan turunnya ilmu pengetahuan.

Rahajeng rahina Saraswati, dumogi rahayu kepanggih sareng sinamian

I Wayan Agus Eka

Advertisements

2 Responses to “Saraswati: Saatnya Mengenal Diri”

  1. Sayu said

    Isi blog Anda sangat luar biasa bli..Anda telah menjadi seorang guru bagi yang lain…

    • I Wayan Agus Eka said

      Saya bukan guru seperti yang Anda maksud kawan, semoga pujiannya tetap memijakkan kaki ini di tanah, suksma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: